Selasa, 05 Februari 2013

TENTANG SINGKONG


Gambar deskriptif singkong dari Koehlers Medizinischepflanzen

Memiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin. 

Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan. 

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil. 

 Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka. 

Singkong dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi. Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi: Kalori 121 kal Air 62,50 gram Fosfor 40,00 gram Karbohidrat 34,00 gram Kalsium 33,00 miligram Vitamin C 30,00 miligram Protein 1,20 gram Besi 0,70 miligram Lemak 0,30 gram Vitamin B1 0,01 miligram.

(Sumber : Wikipedia)

Senin, 04 Februari 2013

Ceriping Pedas Temanggung

Penampakan Ceriping Pedas

Ceriping pedas. Itulah orang Kranggan Temanggung menyebutnya. Rasanya tidak terlalu pedas tetapi memang ada cabenya. Produk ini terbuat dari singkong. Di Temanggung dan sekitarnya Singkong disebut dengan nama yang berbeda-beda. Di Temanggung sendiri ada yang menyebut Telo dan Jendal. Di Wonosobo singkong disebut dengan Bodin. Di Sukorejo Kendal disebut sebagai Pohong. Di Jawa Barat menyebut komoditas ini sebagai Sampeu.


 Kembali ke masalahceriping pedas. Produk ini banyak di produksi di desa Klepu Kranggan dan Gandokan Kranggan. Melimpahnya singkong di daerah ini membuat usaha ini berkembang dan mapan. Sebut saja Pak Parno di Kampung Sirowo Klepu sudah sejak kecil telah membantu orang tuanya produksi criping sampai sekarang masih konsentrasi memproduksinya. Pemasaran produk ini sudah sampai ke daerah sekitar Temanggung, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan bahkan Malaysia.
(Hendi,SSR)


Minggu, 03 Februari 2013

Tepung Tapioka


 

Tapioka, tepung singkong, tepung kanji, atau aci adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon atau dalam bahasa indonesia yaitu singkong. Tapioka memiliki sifat-sifat fisik yang serupa dengan tepung sagu, sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan. 

Tepung ini sering digunakan untuk membuat makanan dan bahan perekat. Banyak makanan tradisional yang menggunakan tapioka sebagai bahan bakunya, seperti bakso.

(Sumber : Wikipedia)

Kamis, 31 Januari 2013

Makanan Tradisional


 Thiwul dan Gathot dari Gunung Kidul


TIWUL & GATHOT
 


Wonosari: Apakah Anda pernah mendengar kata thiwul dan gathot? Namanya memang terdengar aneh. Tapi, dua nama kuliner ini ternyata adalah masakan yang paling dicari oleh para pelancong yang tengah berkunjung ke Gunung Kidul, Yogyakarta.

Seperti biasanya, warung Yuk Tum di Jalan Pramuka, Kota Wonosari, Gunung Kidul, dipenuhi pembeli saat Liputan 6 SCTV bertandang beberapa waktu lalu. Tempat ini seakan menjadi tujuan wajib bagi para pelancong dari Yogyakarta, Jakarta, maupun daerah lainnya yang ingin berwisata kuliner.

Hanya satu tujuan mereka, yaitu membeli thiwul dan gathot, kuliner tradisional asli Gunung Kidul. Thiwul dan gathot ini dibuat dari ketela yang sengaja dibusukkan selama beberapa bulan. Kalau gathot terbuat dari bahan ketela utuh, thiwul agak berbeda karena ketela diparut hingga halus lalu dicampur gula Jawa dan daun jeruk purut.

Nah, yang membuat thiwul dan gathot di toko Ibu Tumiran ini menjadi istimewa adalah campuran rasa jahe dan bumbu rahasia lainnya. Tak heran, selama 30 tahun berjualan, Supini yang dibantu 25 karyawannya selalu kebanjiran pembeli. Jadi, kalau mampir ke Gunung Kidul jangan lupa oleh-olehnya thiwul dan gathot yang murah tapi terjaga cita rasanya. (liputan6.com)

Tahu nggak sih?



Tiwul, atau Thiwul adalah makanan pokok pengganti nasi beras yang dibuat dari ketela pohon atau singkong. Penduduk Pegunungan Kidul (Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul) dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari.
Tiwul dibuat dari gaplek. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Tiwul pernah digunakan untuk makanan pokok sebagian penduduk Indonesia pada masa penjajahan Jepang. (Sumber : Wikipedia).

Rabu, 30 Januari 2013

Tahu nggak sih?


 

GAPLEK
 
Gaplek adalah bahan makanan yang diolah dari umbi ketela pohon atau singkong. Prosesnya sangat mudah; umbi singkong yang telah dipanen kemudian dikupas dan dikeringkan. Gaplek yang telah kering kemudian bisa ditumbuk sebagai tepung tapioka yang bisa dibuat bermacam-macam kue. Tepung tapioka dari gaplek selanjutnya bisa dibuat menjadi nasi tiwul yang gurih. Nasi tiwul sangat populer di masyarakat yang hidup di Pegunungan Kidul yang memanjang dari Gunung Kidul di Yogyakarta sampai kawasan kabupaten Pacitan.
Sumber : Wikipedia

Sabtu, 26 Januari 2013

MANFAAT SINGKONG


 

Manfaat Singkong

Siapa sangka tanaman rakyat satu ini, Singkong, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Umbi murah meriah yang dikenal sebagai makanan kampung ini patut Anda jadikan makanan pokok. Apa saja khasiatnya?


1. Nutrition and You pernah menulis bahwa singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dari kentang. Tak heran mengingat singkong merupakan salah satu makanan pokok yang kaya akan karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian besar terdiri dari sukrosa.


2. Singkong merupakan sumber vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat. Peran riboflavin ini membantu pertumbuhan tubuh dan memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia.


3. Ingin makanan yang rendah lemak selain sereal dan kacang-kacangan? Konsumsilah singkong! Singkong juga memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang. Tentu ini cocok bagi Anda yang sedang berlatih daya tahan otot.

4. Singkong mengandung banyak mineral penting bagi tubuh, diantaranya seng, magnesium, tembaga, dan besi. Bahkan jumlah kalium pada singkong cukup memenuhi kebutuhan tubuh.


5. Mengobati berbagai penyakit antara lain reumatik, demam, luka, diare, cacingan, sakit kepala bahkan meningkatkan stamina.


Saat ini tentu singkong bisa diolah menjadi berbagai makanan yang lezat. Contohnya keripik singkong, singkong keju, bahkan kue berbahan dasar singkong. Tentu manfaat singkong akan lebih maksimal bila diolah dengan dikukus atau direbus.